TUGAS UNIQE ACTIVITY BP4



TUGAS UNIQE ACTIVITY BP4

KURSI CANTIK DARI BAN BEKAS


Ketika melakukan berbagai aktifitas dengan duduk,tempat duduk yang nyaman menjadi isu yang sangat sensitif dan butuh kepada perhatian yang serius.Tempat duduk juga selain harus memenuhi nilai kenyamanan tersebut haruslah memberikan nilai lebih terhadap sebuah ruang interior dan secara makro memberikan pandangan positif terhadap lingkungan.Mendudukkan ketiga kriteria ini,nyaman,tematik dan green akan selalu kita temukan pada desain desain kursi,tidak terkecuali pada desain desain kursi kita kali ini. Desain kursi dari ban bekas kini tidak melulu seperti yang selalu dulu kita saksikan, tipikal desain kini sangat beragam dan tampil begitu elegan.Di capai dengan beberapa metode berbeda dan dengan kombinasi kombinasi yang berbeda.Beberapa kombinasi ban bekas dengan bahan lain seperti kayu,pipa besi dan wol wol teraplikasi dengan sangat menarik. Beberapa kombinasi ban bekas dengan bahan lain seperti kayu,pipa besi dan wol wol teraplikasi dengan sangat menarik.Usaha ini dimiliki dan dikelola oleh “Bapak Mul” yang terletak dikawasan"Desa;Sonosari Kebun Agung Kabupaten Malang".memulai usaha sederhana yaitu membuat ban bekas menjadi kursi,yang membedakan usaha Bapak Mul ialah di tingkat kreatifitasnya.Menurut Bapak Mul usaha milik bapaknya cukup menghasilkan.Usaha Bapak Mul merubah ban bekas menjadi kursi.Usahanya dimulai selama 9-10tahun-an,sampai sekarang beliau hanya mempekerjakan 15 orang pegawai.Tangan terampilnya memotong ban bekas menggunakan pisau.Seminggu sekali membeli ban bekas milik truk fuso.Adapula ban bekas truk kecil,mobil,apapun senyaman mungkin ia kreasikan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWghBN7FyiEF0PbvNywSxdp60QC3fUTRWNsmykD02RK1INDhDRMkEbXqQcoUa6AeQGaKo8kigRt9iwhmfKwKbN4jR3LpmvVsn_Hsb1U0bseDohRiw0EGFb4zUjbMlYkuD_Qw0ZNUQwpM0f/s320/Album_02.jpg
Asal punya rasa kreatifitas tinggal dirajut,dirapihkan,kemudian dipercantik maka bisa dijual. "...orang pun pasti tertarik..."Apalagi kursi ini jauh lebih awet dibanding kursi kayu,ungkap Bapak Mul.Usaha kecil menengah ini mampu menghidupi orang banyak.Terutama mereka para pemuda putus sekolah,dapat yang bekerja menangani standar kursi disatukan busa dan kain.Ia mendapatkan upah Rp.25.000- Rp.45.000 per- hari.
Bukan lagi Cuma 1 buah kursi,menghasilkan empat buah kursi,satu meja,kesemuanya berbahan ban bekas.Satu hari menghasilkan segitu maka setiap minggu menghasilkan 102 set, dimana ada 260 kursi dan 102 meja. "...siap kirim," ungkap Bapak Mul.Mengagumkan usaha ini telah menjual sampai Sumatra, Jawa Tengah, dan juga Jawa Timur.Produknya itu awet, cantik,serta kokoh.Total setiap minggu ada 100 set terkirim ke sana.Untuk satu set dijualnya seharga Rp.400.000. Biasanya setiap minggu,ia mampu mengumpulkan omzet Rp.30 juta,atau setiap bulan Rp.90 juta.Kalau dihitung maka omzetnya menyisakan laba lumayan besar.Pasalnya harga ban bekas kalau dihitung pasti terbilang tidak mahal.Lumayan murah,tetapi untuk bagian permukaan,Bapak Mul memanfaatkan ban baru agar mulus.Beliau mengeluarkan uang lumayan banyak di transport,biaya pengiriman barang,untuk upah 15 orang pegawai dibayar sesuai tingkat kesulitan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIElpNIMtZRBW0wGtJBQqqNZFUgL_B59oPqa3v897HvtXa3Gs-8FgpPRbNOMjSEDl-3c8D4hRSVlSJRgaJcGa6lV1JACrlVPjQw6pXT7X6y6lvtMYR7JkP08e6oAnHeW04VcJhdGoKZsxp/s400/ban+penting2.PNG